Zamrud Hijau Khatulistiwa
manusia harus menngambil pelajaran dari ekosistem alam
Jumat, 10 Februari 2012
Minggu, 22 Januari 2012
Lima Kucing Besar Sumatera
WWF buktikan lima kucing besar masih ada pada 2011
Lima jenis kucing liar tersebut adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), macan dahan (Neofelis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata), kucing emas (Catopuma temmincki), dan kucing congkok (Prionailurus bengalensis).
Lima spesies kucing besar langka ini terbukti mendiami kawasan antara Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Provinsi Riau, setelah kamera pemantau WWF yang dipasang di sejumlah kawasan sekitar berhasil merekam keberadaannya dengan sangat jelas.
Lokasi tempat keberadaan lima kucing hutan unik tersebut merupakan daerah yang dikenal sebagai koridor atau jalur perlintasan satwa penghubung dua kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling.
Ahli satwa liar WWF Program Riau, Sunarto, menyatakan, khusus untuk harimau ternyata kesimpulannya tetap. "Belum ada jenis harimau lain selain harimau sumatera di Riau. Namun jumlahnya memprihatinkan," katanya.
Ditanya mengenai jumlah pasti terkait keberadaan harimau sumatera di Riau, Sunarto mengaku tidak dapat menjelaskannya secara rinci mengingat monitoringnya tidak dilakukan secara global di kawasan-kawasan hutan alami yang ada di Riau.
"Monitoring yang kami lakukan tidak pula pertahun, karena membutuhkan biaya yang sangat besar untuk upaya tersebut. Sejauh ini, kami hanya melakukan riset dan pengambilan sampling di beberapa tempat saja," ujarnya.
Titik fokusnya, kata Sunarto, yakni di kawasan Sumatra Tengah, seperti Tesso Nilo dan Rimbang Baling, dimana hasil risetnya, WWF Indonesia Wilayah Sumatra masih menemukan ada harimau di sejumlah kawasan tersebut.
"Kemudian mengenai variasi kepadatannya atau kawasan hutan yang memiliki bentangan cukup luas hingga lebih 100 kilometer persegi, sejauh ini masih Tesso Nilo yang masih paling tinggi," jelasnya.
Sementara untuk hasil sampling sendiri, kata dia, di beberapa wilayah ada enam individu, termasuk di Tesso Nilo.
Sunarto yang kembali ditanya mengenai perkiraan jumlah harimau Sumatra yang berada di Riau dan Sumatra, mengaku masih agak sulit untuk mengekstrakulasinya juga disebabkan banyaknya variasi geografis.
"Dari lokasi satu dan lainnya berbeda-beda jadi sulit untuk mengkalkulasi jumlah harimau yang tersisa," demikian Sunarto. (KR-FZR)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Sabtu, 31 Desember 2011
HARIMAU
Harimau Indochina Harimau Sumatra
(Indochinese tiger) (Sumatran tiger)
panthera tigris corbeti Pamthera tigris sumatrae
photo by : en.wikipedia.org / matoa.org
Pola belang dan warna kulit hitam harimau berbeda-beda mulai dari individu
sampai dengan tingkat sub-spesies. Secara umum, harimau sumatera dan
harimau indocina memiliki warna kulit lebih gelap dan pola belang lebih
sampai dengan tingkat sub-spesies. Secara umum, harimau sumatera dan
harimau indocina memiliki warna kulit lebih gelap dan pola belang lebih
rapat. kedua sub spesies ini juga mempunyai lapisan rambut paling pendek
, sebagai refleksi dari habitat mereka
, sebagai refleksi dari habitat mereka
yaitu hutan tropis.
Di dunia diketahui terdapat delapan sub-spesies harimau, namun hanya
lima sub-spesies yang masih hidup di Asia.dua diantaranya terdapat di Asia
Tenggara, yaitu harimau sumatera dan harimau indocina. kedua sub spesies ini
lima sub-spesies yang masih hidup di Asia.dua diantaranya terdapat di Asia
Tenggara, yaitu harimau sumatera dan harimau indocina. kedua sub spesies ini
mendiami kawasan hutan hujan tropis dan hutan musim diwilayah ini.
Senin, 12 Desember 2011
kuala unga
Minggu, 27 November 2011
Sabtu, 26 November 2011
Herbivora And Carnivora Animals
Kamis, 08 September 2011
WOMEN FARMERS ON FIELD RICE
Langgan:
Entri (Atom)
